Nikmati
waktu selagi kita duduk di punjung,
Kau
dan Aku;
Dalam
dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,
Kau
dan Aku.
Warna-warni
taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
Seketika
kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.
Bintang-bintang
Surga keluar memandang kita –
Kita
akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.
Kau
dan Aku, dengan tiada ‘Kau’ atau ‘Aku’,
akan
menjadi satu melalui rasa kita;
Bahagia,
aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.
Burung
nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita –
Ketika
kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.
Ini
aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini …
Keduanya
dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan –
Kau
dan Aku.
Puisi di atas adalah puisi karya Jalaluddin Rumi yang pertama kali aku baca dan sampai akhirnya aku mulai mengagumi beliau dengan puisi - puisinya yang pas banget buatku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar